Jumat, 07 September 2012

Biografi Steve Vai

Biografi Steve Vai

Nama lahir: Steven Siro Vai
Tempat/Tanggal Lahir: Carle Place, New york, Amerika Serikat/06 Juni 1960
Genre: Instrumental Rock, Hard Rock, Heavy Metal, Progressive Rock, Progressive Metal, Experimental Rock
Instruments: Guitar, Keyboard, Vocal
Tahun Aktif: 1980-sekarang
Labels: Favored Nations, Relativity Records, Urantia Records, Akashic Records, Epic Records
Artis terkait: Joe Satriani, Frank Zappa, John Petrucci, Alcatrazz, Orianthi, David Lee Roth, Whitesnake, Dream Theater, Eddie Van Halen, Ozzy Osbourne, Zappa Plays Zappa, Billy Sheehan, G3, Bad4Good, Incubus, Devin Townsend
Instrumen Utama: Ibanez JEM, Ibanez Universe, Tom Anderson Drop Top Classic

Steven Siro “Steve” Vai lahir pada tanggal 06 Juni 1960 di Carle Place, New York, Amerika Serikat adalah seorang virtuoso gitar yang telah tiga kali memenangkan Grammy Award. Dia juga seorang Komposer dan Produser yang telah menjual lebih dari 15 Juta album di seluruh dunia. Awal karir nya di mulai sebagai seorang transcriptionist untuk Frank Zappa. Vai ikut rekaman dan tur di bandnya Zappa selama dua tahun 1980 sampai 1982. Dia memulai solo karirnya pada tahun 1983 dan telah merilis delapan album semenjak itu. Setelah pisah dengan Zappa , Vai juga ikut rekaman dan tur bersama band-band lain seperti Public Image Ltd, Alcatrazz, David Lee Roth dan White Snake. Vai juga sering menjadi anggota di tur G3 yang di mulai pada tahun 1996. Favored Nation adalah label rekaman milik Vai yang di mulai pada tahun 1999 yang di gambarkan Vai sebagai “…Artis yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam instrumen pilihannya”.


Vai mulai main gitar pada tahun 1973 di usia 13 tahun. Pada tahun 1974 dia mulai belajar gitar dengan seorang gitaris yaitu Joe Satriani dan mulai main di band-band lokal, salah satunya yang dikenal sebagai The Steve Vais. Dia mendapat pengaruh dari banyak gitaris seperti Jimi Hendrix, Jeff Beck, Brian May, Jimmy Page, Glen Buxton dan gitaris fussion Jazz Allan Holdsworth. Vai melanjutkan semua pelajaran gitar tersebut dengan masuk kuliah di Berklee College Of Music dan mengikuti audisi untuk Frank Zappa di usia dua puluh tahun.

Vai mengirimi Zappa surat berupa transkrip untuk lagu The Black Page, sebuah instrumental untuk drum, bersamaan dengan kaset yang berisi permainan gitar Vai. Zappa sangat terkesan dengan itu, dan pada tahun 1979 dia mempekerjakan Vai untuk mentranskipkan beberapa solo gitarnya, termasuk beberapa dari album Joe’s Garage dan beberapa seri dari Shut Up n’ Play Yer Guitar. Transkrip ini di publikasikan pada tahun 1982 dalam The Frank Zappa Guitar Book.

Sementara ia menjadi transkriber sewaan, Vai sering melakukan Overdubs pada banyak dari lagu-lagu Zappa yang ada di album You Are What You Is. Setelah itu dia menjadi anggota penuh di bandnya Zappa tersebut dan ikut tur pertama dengan Zappa  pada musim gugur tahun 1980. Salah satu penampilan yang memuat Vai pada gitar di rekam di Bufallo, yang di rilis pada tahun 2007.

Setelah meninggalkan Zappa dia pindah ke California, dimana dia merekam album perdananya Flex Able pada tahun 1983 dan tampil di beberapa band. Pada tahun 1985 dia menggantikan posisi Yngwie Malmsteen di bandnya Graham Bonnet sebagai Lead gitaris Alcatrazz. Dimana dia ikut merekam album Disturbing The Peace. Kemudian pada tahun 1985 dia bergabung dengan mantan vokalis Van Halen yaitu David Lee Roth untuk merekam album Eat ‘Em And Smile dan Skyscraper.

Pada tahun 1986 Vai main di bandnya John Lydon Public Image pada album yang di beri judul Album (yang juga di kenal sebagai Compact Disc atau Kaset). Kemudian pada tahun 1989 Vai bergabung dengan WhiteSnake menggantikan posisi Vivian Campbell. Ketika Adrian Vandenberg mengalami kecelakaan pergelangan tangannya, Vai memainkan semua bagian gitar sendiri pada saat rekaman album Slip Of The Tounge. Vai juga main bersama Joe Satriani di albummnya Alice Cooper yang berjudul Hey Stoopid di lagu Feed My Frankenstein.

Vai terus mengadakan tur secara teratur, baik dengan bandnya sendiri maupun dengan gurunya Joe Satriani di tur G3. Mantan bassist David Lee Roth dan Mr Big, Billy Sheehan ikut bergabung dengannya pada saat tur. Pada tahun 1994, Vai mulai menulis dan merekam lagu dengan Ozzy Osbourne. Hanya satu track untuk sesi ini yaitu My Little Man yang di rilis di album Ozzmosis. Walaupun Vai yang menuis lagu ini, dia tidak tampil di album ini. Bagian gitarnya di gantikan oleh Zakk Wylde. Track lainnya Dyin’ Day muncul di album Vai Fire Garden. Anggota band Vai pada tahun 90-an adalah Mike Mangini pada drum, Mike Keneally pada gitar, dan Phillip Bynoe pada Bass. Pada tahun 1994, Vai menerima Grammy Award untuk penampilannya di lagu Frank Zappa yang berjudul Sofa dari album yang berjudul Zappa’s Universe.

Steve Vai  Merilis sebuah DVD waktu tampil di astoria di Londonpada bulan Desember 2001. Anggota band pada saat itu adalah Billy Sheehan, gitaris/keyboardis Tony McAlpine, gitaris DaveWeiner dan seorang drummer asal Australia Virgil Donaty.

Pada bulan Februari 2005, Vai memainkan dual gitar perdananya (electric dan classical) yang di panggilnya dengan The Blossom Suite dengan seorang gitaris klasik Sharon Isbin di Châtelet Theater di Paris.

Banyak dari lagu-lagu Steve Vai di pakai dalam Video Game maupun sebagai Soundtrack Film.
Steve Vai tinggal di Encino, California dengan keluarganya. Vai menikah dengan Pia Maiocco, mantan pemain Bass Vixen. Vai dan Maiocco mempunyai dua orang anak, Julian dan Fire. Vai juga adalah seorang Vegetarian ketat. Vai mengatakan pada Veggies Rock bahwa “Ini semua mempengaruhi musik saya sebagaimana yang Saya percayai bahwa apapun yang kita masukkan ke dalam tubuh kita akan mempengaruhi cara kita berpikir”. “Dan cara kita berpikir akan mempengaruhi apa yang akan kita ciptakan. Jadi Saya tidak bisa mengatakan kepada kalian semua bahwa menjadi vegetarian mempengaruhi musik Saya, namua Saya yakin itu ada pengaruhnya.” Banyak dari para fans terkejut dengan gaya hidupnya sebagai seorang vegetarian ini karena dia tidak pernah mengungkapkannya. “Menurut Saya semua orang harus mencari apa yang terbaik buat kehidupannya. Saya tidak menilai seseorang dari apa yang di makannya. Itu dunia mereka dan semua orang harus menemukan apa yang tepat buatnya”.

Sumber : Dewanada

Minggu, 02 September 2012

Biografi Joe Satriani

Biografi Joe Satriani

Nama Lahir: Joseph Satriani
Genre: Rock, Hard Rock, Instrumental Rock, Blues
Pekerjaan: Musisi, Penulis Lagu, Produser, Guru gitar
Instrumen: Gitar, Bass, Keyboards, Vokal, Harmonica, Banjo, Harpa
Tahun Aktif: 1978 – Sekarang
Label: Sony, Epic, Relativity
Musisi terkait: Alice Cooper, Mick Jagger, Deep Purple, Steve Vai, G3, Sammy Hagar, Chickenfoot, Jason Becker
Instrumen utama: Ibanez Joe Satriani Signature Model


Joseph “Joe” Satriani atau di kenal juga dengan panggilan “Satch” lahir pada tanggal 15 Juli 1956 di Westbury, New York. Dia adalah campuran italia dan Amerika yang punya pekerjaan sebagai gitaris rock Instrumental dan seorang pemain multi instrumental. Satriani juga adalah seorang yang memegang begitu banyak nominasi Grammy Award. Pada awal karir nya Satriani memulai nya dengan menjadi instruktur gitar dan beberapa mantan murid nya telah mencapai kejayaan dengan skill bermain gitarnya yang di dapat dari Satriani, contohnya seperti Steve Vai, Larry LaLonde, Rick Hunolt, Kirk Hammet, Andy Timmons, Charlie Hunter, Kevin Cadogan, dan Alex Skolnick adalah beberapa yang telah merasakan godokan Satriani. Satriani telah menjadi motor penggerak bagi musisi lain seanjang karir nya. Satriani adalah pendiri dari G3, dia juga telah banyak bermain dengan musisi-musisi lain.

Pada tahun 1988, Satriani di rekrut oleh Mig Jagger sebagai lead gitaris pada solo tur pertama nya. Kemudian pada tahun 1994 Satriani menjadi gitaris Lead nya Deep Purple. Satriani telah bekerja sama dengan banyak gitaris dari berbagai genre, termasuk Steve Vai, John Petrucci, Eric Johnson, Larry LaLonde, Yngwie Malmsteen, Brian May, Patrick Rondat, Andy Timmons, Paul Gilbert, Adrian Legg, dan Robert Fripp melalui acara tahunan konser G3 Jam. Satriani sekarang adalah lead gitaris untuk sebuah supergrup yang bernama Chickenfoot.

Satriani terpengaruh dari ikon gitaris blues-rock seperti Jimi Hendrik, Eric Clapton, Jimmy Page, Ritchie Blackmore dan Jeff Beck. Namun dia memiliki gaya tersendiri yang sangat gampang di kenali. Sejak tahun 1988 Satriani telah memakai gitar signature sendiri yaitu Ibanez JS Series, yang di jual secara luas di toko-toko musik. Dia juga memiliki ampli dengan signature series yaitu The PEavey JSX, meskipun akhirnya dia kembali memakai Amplifier Marshall karena buruk nya hubungan dirinya dengan Peavey. Dia juga mempunyai sinature VOX amPlug Head Phone amp, signature VOX pedal the “Satchurator” distortion pedal, The “Time Machine” delay pedal, The “Big Bad Wah” wah pedal dan The “Ice 9″ overdrive pedal.


Satriani adalah campuran Italia Amerika, Kakek Nenek nya dari sisi Bapak berasal dari Piacenza dan dai sisi Ibu berasal dari Bari. Satriani terinspirasi bermain gitar pada usia empat belas tahun setelah kematian Jimi Hendrik. Dia mendengar berita tersebut di tengah latihan football, dan dia melawan pelatihnya dan mengumumkan bahwa dia berhenti main football dan akan menjadi seorang gitaris. Pada tahun 1974 Satriani belajar musik dangan gitaris Jazz Billy Bauer dan dengan seorang pianist jazz penyendiri Lennie Tristano. Tuntutan teknis Tristano sangat mempengaruhi permainan Satriani. Dia mulai mengajar gitar, dan murid paling utama nya saat itu adalah Steve Vai yang sesama Asli Long Island. Sementara mengajar Vai, dia menghadiri lima sekolah musik pada saat itu.

Pada tahun 1978, dia pindah ke Berkeley, California untuk mengejar karir musik. Segera setelah sampai di California, dia melanjutkan mengajar gitar. Murid-murid nya termasuk Steve Vai, Kirk Hammet yang sekarang adalah gitaris Metallica, David Bryson gitaris Counting Crows, Kevin Cadogan dari Third Eye Blind, Larry LaLonde dari Primus/Possessed, Alex Skolnick dari Testament, Rick Hunolt mantan Exodus, Phil Kettner dari Lääz Rockit, Geoff Tyson dari T-Ride, Charlie Hunter dan David Turin.


Pada tahun 1980-an Satriani mulai main dengan band yang berbasis di San Francisco yang bernama The Squares, dan terus mambangun jaringan yang membuat dia bergabung dengan band Greg Kihn, yang pada saat itu sedang mengalami penurunan karir, namun dengan sangat senang hati membantu Satiani melunasi hutang-hutang kartu kreditnya dari pembuatan album pertama nya. Ketika teman dan murid nya Steve Vai mencapai puncak kejayaan nya dengan bermain bersama David Lee Roth pada tahun 1986, Vai sering mengoceh tentang Satriani di beberapa interview dengan majalah gitar, termasuk interview dengan majalah Guitar World. Pada tahun 1987 album kedua SatrianiSurfing With The Alien” menjadi hits di radio-radio dan mencapai posisi tertinggi untuk album yang hanya instrumen saja (Tanpa vokal) pada saat itu. Pada tahun 1988 Satriani membantu meproduseri EP untuk band Death Metal Possessed.

Pada tahun 1989 Satriani merilis album Flying In A Blue Dream. Dia mengatakan bahwa album ini terinspirasi dari kematian ayah nya, yang meninggal dunia pada tahun 1989 selama pembuatan album ini. Lagu-lagu dalam album ini banyak di pakai di berbagai film dan iklan seperti “One Big Rush” di pakai dalam Soundtrack film Say Anything…-nya Cameron Crowe, “The Forgotten Part II” di pakai dalam sebuah iklan Labatt Blue di Kanada pada tahun 1993, “Can’t Slow Down” Di pakai di film kejar-kejaran mobil yang di bintangi Don Johnson yang berjudul Nash Bridges.


Pada tahun 1992, Satriani merilis The Extremist yang merupakan album paling sukses secara komersial sampai saat ini. Stasiun-stasiun radio di seluruh negri segera mengangkat “Summer Song” yang mendapatkan perhatian lebih dari Sony yang mengampanyekan album ini lewat portable CD mereka “Discman“. “Crying“, “Friends” juga menjadi hits di radio-radio Amerika waktu itu.

Pada akhir tahun 1993 Satriani bergabung dengan Deep Purple sebagai pengganti sementara untuk Ritchie Blackmore selama tur band ini di Jepang. Konser ini meraih sukses besar dan Deep Purple menawarkan Satriani sebagai gitaris tetap mereka, namun Satriani menolak, dengan alasan bahwa dia telah menanda tangani kontrak untuk pembuatan album solo dengan Sony, dengan demikian Steve Morse mengambil tempat sebagai gitaris di Deep Purple.


Pada tahun 1996 Satriani membentuk G3, yang berisikan tiga orang Gitaris Instrumental Rock. Line up asli nya adalah Joe Satriani, Steve Vai dan Eric Johnson. Tur G3 tetap berlangsung sesudah perayaan satu tahunnya. Dimana hanya Satriani lah satu-satunya anggota tetap namun masih didampingi oleh gitaris kedua dan ke tiga dengan berbagai gitaris lain. Gitaris-gitaris yang pernah main di G3 antara lain: Yngwie J Malmsteen, John Petrucci, Kenny Wayne Shepperd, Robert Fripp, Andy Timmons, Uli Jon Roth, Michael Schenker, Adrian Legg dan Paul Gilbert.

Pada tahun 1988 Satriani merilis album Crystal Planet, yang kembali memiliki warna sound seperti karya-karya nya pada tahun 1980-an silam. Album ini di ikuti oleh Engines Of Creation, salah satu album yang sangat eksperimental dari nya dengan menggunakan elektronica sound.

Selama beberapa tahun berikutnya Satriani secara teratur merekam dan merilis album, termasuk Strange Beautiful Music pada tahun 2002, dan Is There Love In Space pada tahun 2004.

Pada bulan Mei 2005 Satriani mengadakan konser keliling India untuk pertama kali nya, kota-kota yang di kunjungi tur ini adalah Delhi, Kolkata dan Mumbai.

Pada tahun 2006 Satriani merilis Super Collosal dan Satriani Live!, album dua disc lainnya dan DVD yang di rekam pada tanggal 03 Mei 2006 di Groove di Anaheim California.

Pada tanggal 07 Agustus 2007 Epic merilis ulang Surfing With The Alien untuk merayakan 20 tahun rilis nya album ini. Album ini berjumlah dua disc termasuk rilis ulang dan DVD yang menampilkan pertunjukan Live di Montreoux Jazz Festival pada tahun 1988 yang belum pernah di lihat sebelumnya.

Album Satriani berikutnya adalah Professor Satchafunkilus And The Musterion Of Rock yang di rilis pada tanggal 01 April 2008.

Pada tanggal 02 Februari 2010 Satriani merilis Live DVD yang di rekam di Paris berjudul “Live In Paris : I Just Wanna Rock” dan merupakan dua set CD.

Pada bulan Maret 2010 Satriani bergabung dengan beberapa gitaris untuk acara Tribute Tur Experience Hendrik, yang menampilkan lagu-lagu yang di tulis berdasarkan inspirasi dari Hendrik. Pada bulan Mei 2010 Satriani mengumumkan bahwa dia akan masuk studio untuk merekam album solo berikutnya,Satriani merilis album studio ke 14 nya yang di beri judul Black Swans And Wormhole Wizards pada tanggal 05 Oktober 2010.

Pada tanggal 04 Desember 2004, Satriani mengajukan tuntutan pelanggaran hak cipta terhadap Coldplay, tuntutan Satriani adalah bahwa lagu Coldplay yang berjudul “Viva La Vida” mengambil porsi substansial dari lagu Satriani yang berjudul If I Could Fly dari album tahun 2004-nya Is There Love In Space?. Lagu Coldplay tersebut meraih “Song Of The Year” dan Coldplay membantah tuduhan tersebut. Akhirnya penyelesaian yang tidak di tentukan di ambil oleh kedua belah pihak.


Satriani di akui sebagai gitaris dengan teknik yang canggih, dan merupakan virtuoso gitar. Dia telah menguasai banyak teknik kinerja pada instrumen yang satu ini, termasuk Legato, Two Handed Tapping dan Arpeggio Tapping, Volumes Swells, Harmonics dan Extreme Whammy Bar Effect. Salah satu Trade Mark compositional trairs nya adalah penggunaan Pitch Axis Theory, yang di pakai nya dalam berbagai mode. Waktu bagian cepat Satriani memakai bagian Legato (yang di dapat dari Hammer On dan Pulls Off) yang menghasilkan aliran yang sangat mulus. Ia juga mahir di berbagai tipe kecepatan seperti rapid alternate picking dan swip picking, namun jarang di pergunakannya.

Satriani telah menjual lebih dari 10 juta album di seluruh dunia dan telah menerima nominasi Grammy sebanyak 14 Kali. Banyak penggemar dan teman-temannya memanggilnya dengan panggilan “Satch” yang merupakan singkatan dari Satriani.

Joe Satriani telah di dukung oleh gitar Ibanez dan amplifier Peavey JSX. Keduanya di buat untuk signature khusus Satriani. Ibanez JS 100 adalah dasarnya, kemudian di ganti dengan Ibanez 540 Radius model yang merupakan endorse awal Satriani. Namun demikian, Satriani banyak menggunakan alat lain, kebanyakan gitar-gitarnya di buat oleh Ibanez, termasuk JS 1000 dan JS 1200. Gitar-gitar ini menggunakan DiMarzio PAF Pro (yang ia gunakan sampai tahun 1993 di posisi neck dan Bridge). DiMarzio Fred (yang dia gunakan pada posisi Bridge dari tahun 1993-2005), dan Mo’ Joe dan PAF Joe (yang dia pakai di Bridge dan Neck dari tahun 2005 sampai saat ini). JS signature adalah signature milik nya  dengan JS 1000, JS 1200, JS2400, JSBDG, dan JS20th, yang memakai Edge Double Locking Tremolo asli Ibanez. JS 100 dan JS120s memakai Edge 3 Tremolo Bridge dari Ibanez. JS 1600 memakai penggabungan Bridge gitar dengan tanpa tremolo. Gitar yang paling sering dia pakai selama tahun 1990-an adalah gitar chrome-finished yang di panggil “Chrome-Boy“. Gitar ini bisa di lihat di DVD Live In San Francisco. Bagaimanapun, gitar yang paling sering di pakai selama konser adalah gitar yang di panggil dengan sebutan “Pearly” dengan Pearly gates pick ups Seymour Duncan.

Satriani juga menggunakan banyak JS model yang lain seperti JS double neck model, JS700 yang memakai fixed bridge, P-90 pickups, dan body dan neck yang sesuai yang terbuat dari kayu Mahagony, JS6/JS600 (natural body), JS1 (model JS asli), JS2000 (fixed bridge model), bermacam jenis JS100s dan JS1000s dan JS1200s dengan cat standard, dan dengan jumlah yang banyak dari prototype Js lainnya. Semua double Locking Edge bridge adalah Edge Tremolo asli, bukan model terbaru. Joe juga memainkan gitar 7-senar berwarna merah yang merupakan JS model juga.

Satriani juga menggunakan banyak model ampli, memakai Marshall sebagai ampli utama, (terutama model limited edition blue colored 6100 LM) sampai tahun 2001, dan ampi dari Peavey signature nya, the Peavey JSX. Peavey JSX memulai hidup nya sebagai prototype dari Peavey XXX dan di bangun menjadi Joe Satriani signature model. Satriani juga memakai bermacam model amplfier seperti Peavey 5150 (di pakai untuk merekam album Crystal Planet), Conford, Mesa Boogie Mark IIc+ (di pakai untuk merekam album Flying In A Blue Dream) diantara semuanya dia sering balik memakai Marshall JVM series.

Pedal Effect nya termasuk Vox Wah, Dunlop Cry Baby, RMC Wizard wah, DigiTech Whammy, BK Buttler Tube Driver, Boss DS-1, BOSS CH-1, BOSS CE-2, BOSS DD-2 dan Standard BOSS DD-3, BOSS BF-3, BOSS OC-2, Barber Burn Drive Unit, Fulltone Deja Vibe, Fulltone Ultimate Octave, dan Electro Harmonix POG (Polyphonic Octave Generator).

Satriani juga berpartner dengan Planet Waves untuk membuat gitar pick dan Gitar strap dengan lukisan tangannya.

Biografi Yngwie Malmsteen


Nama Lengkap : Lars Johann Yngwie Lannerback
Tempat/Tgl Lahir : 30 Juni 1963 di Stockholm, Swedia.
Group Band Saat Ini : Yngwie Malmsteen Band
Group Band Sebelumnya : Steeler, Alcatrazz
Pengaruh : Niccolo Paganini, Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore, J.S.Bach, Antonio Vivaldi, W.A.Mozart
Gitar : Fender Stratocaster Yngwie Malmsteen Signature Series
Keahlian : Neoclassical, Alternate Picking, Arpeggio, dll.
 



Berangkat dari kecintaanku terhadap sosok YJM, aku mencoba menulis sedikit tentang idolaku ini.....yang tentunya kukutip dari beberapa artikel....hehe!! Siapa yang gak kenal dengan nama satu itu, apalagi buat pencinta musik dan permainan gitar yang menurutku sangat memukau. Dia mempunyai talenta yang sangat hebat, khususnya permainan gitarnya dan tidak kalah dengan talenta yang dimiliki oleh idolanya JIMI HENDRIX yang ampe saat ini tenar sebagai pelopor permainan gitar modern.
Dulu waktu belum sama sekali kenal dengan Yngwie, aku udah cukup sering dengerin lagu-lagu klasik. Tapi sejak aku mulai belajar gitar beberapa tahun lalu, aku mencoba mencari beberapa literatur tentang musisi-musisi dunia tentunya gitaris-gitaris yang katanya orang sih super jago. Dari beberapa nama seperti Joe Satriani, Steve Vai, Paul Gilbert dan masih banyak nama laennya aku nemu nama YNGWIE JOHANN MALMSTEEN....wah nama yang unik...!!! Membuang rasa penasaranku tentang sang idola akhirnya aku nyari beberapa videonya.....dan ternyata permainan gitarnya.....gila bneeeer!!???


Semenjak itu aku mulai cari tahu keberadaan musik yang dimainkan Yngwie Malmsteen ini, dan akhir-nya nemu kalau genre yang di-usung-nya itu namanya Neo-Classical Metal,
sebuah aliran musik pecahan dari heavy metal yang menggunakan komposisi dan elemen-elemen musik klasik sebagai dasar, kemudian dibumbui dengan tekhnik improvisasi yang menekankan pada kecepatan dan ketepatan tempo.
Komposisi musik klasik yang biasanya dimainkan dengan tempo yang berubah-ubah dan njelimet, dimainkan dengan sangat indah-nya lewat permainan jari-jemari-nya di atas fretboard gitar, pantas aja dia dijuluki sebagai si “Jari Setan” di dunita per-gitar-an, karena berdasarkan hasil survey, kecepatan dan ketepatan-nya dalam memainkan nada-nada dengan gitar belum ada yang menyamain ampe sekarang.
Dari situlah perburuan-ku dengan lagu-lagu-nya Yngwie tepat dimulai, dan mulai paham dan ngeh bahwa ternyata ohhh yang namanya Neo-Classical Metal itu ternyata seperti ini.
Beberapa Album yang telah ditelurkan oleh Yngwie :
Tahun 1984 Album Rising Force
Tahun 1985 Album Marching Out
Tahun 1986 Album Trilogy
Tahun 1988 Album Odyssey
Tahun 1989 Album Trial By Fire: Live in Leningrad
Tahun 1990 Album Eclipse
Tahun 1992 Album Fire and Ice
Tahun 1994 Album The Seventh Sign
Tahun 1994 Power And Glory
Tahun 1994 I Can't Wait
Tahun 1995 Album Magnum Opus
Tahun 1996 Album Inspiration
Tahun 1997 Album Facing the Animal
Tahun 1998 Concerto Suite for Electric Guitar and Orchestra in E flat minor, Opus 1
Tahun 1998 Double Live
Tahun 1999 Album Alchemy
Tahun 2000 Album Anthology 1994-1999
Tahun 2000 The young person's guide to the classics.1
Tahun 2000 The young person's guide to the classics.2
Tahun 2000 The Best Of: 1990-1999
Tahun 2000 Album War to End All Wars
Tahun 2002 Album Concerto Suite LIVE With the New Japan Philharmonic
Tahun 2002 Album Attack
Tahun 2002 Album The Genesis
Tahun 2004 Album Instrumental Best Album
Tahun 2005 Album Unleash the Fury
Tahun 2005 20th Century Masters - The Millennium Collection: The Best of Yngwie Malmsteen
Tahun 2008 Album Perpetual Flame
Tahun 2009 Album Angels of Love
Tahun 2009 Album High Impact
Tahun 2010 Album Relentless

Other:
Steeler - Album Steeler (1983)
Alcatrazz - Album No Parole From Rock 'N Roll



Sangat, sangat pantas kalau aku julukin dia sebagai legenda baru musik klasik yang gak kalah dengan Johan Sebastian Bach, Wolfgang Amadeus Mozart, atau Johann Strauss sekalipun, dengan kemampuan-nya menggabungkan komposisi musik klasik yang secara komposisi sangat kompleks, dengan permainan gitar modern. Dan bukan, bukan hanya permainan gitar-nya saja yang keren, lirik-lirik dari lagu yang diciptakan-nya sendiri juga penuh dengan makna yang dalam.